Jombang – numegaluh.com Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Cabang Jombang membaiat sebanyak 750 anggota tetap dalam kegiatan Pembaiatan Anggota Tetap Tahun 2026 yang digelar di GOR Hasbullah Sa’id, Tambakberas, Jombang. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta meneguhkan jati diri Pagar Nusa sebagai perguruan bela diri berbasis nilai keislaman dan kebangsaan. Ketua PC Pagar Nusa Jombang, Kriswanto, menegaskan bahwa pembaiatan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penguatan tanggung jawab moral dan ideologis setiap anggota. Ia berharap para pendekar mampu mengamalkan nilai-nilai luhur Pagar Nusa di tengah masyarakat. “Pagar Nusa adalah bagian tak terpisahkan dari Nahdlatul Ulama. Karena itu, setiap anggota harus menjunjung tinggi sikap tawadhu’ kepada ulama dan berperan aktif menciptakan kedamaian,” ujarnya. Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Sholahul Aam Notobuwono, menekankan larangan keras penyalahgunaan ilmu bela diri. Menurutnya, kekuatan sejati seorang pendekar terletak pada kemampuan mengendalikan diri dan menjaga kemaslahatan. “Pagar Nusa adalah benteng pertahanan kiai dan NKRI. Ilmu bela diri tidak boleh digunakan untuk kemudharatan dan kezaliman,” tegasnya. Ia juga menyebutkan bahwa mayoritas anggota baru Pagar Nusa Jombang berasal dari lingkungan pesantren, yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga nilai tradisi dan akhlak. Dari unsur kepolisian, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR menilai Pagar Nusa bukan sekadar perguruan pencak silat, melainkan pencak silat rahmatan lil ‘alamin yang berperan menjaga ulama, pondok pesantren, serta memperkokoh persatuan bangsa. “Jadilah anggota yang bermanfaat bagi masyarakat, dimulai dari lingkungan terdekat, agar memperoleh keberkahan di dunia dan akhirat,” pesannya kepada anggota baru. Apresiasi juga datang dari unsur TNI. Kasdim 0814 Jombang, Mayor CKE. Nur Hadi, menyatakan dukungannya dan berharap Pagar Nusa terus menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan nasional. Mewakili Bupati Jombang, Kepala Bapenda Jombang Sholahudin menyampaikan bahwa Pagar Nusa memikul tanggung jawab besar dalam merawat persaudaraan, budaya NU, serta menanamkan sikap rendah hati dan menjauhi kesombongan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Jombang H. Warsubi, S.H., M.Si karena agenda lain. Kegiatan pembaiatan ditutup dengan Mauidhoh Hasanah oleh KH. M. Abdul Jabbar Hubbi, yang menegaskan bahwa pembaiatan merupakan awal dari amanah besar. Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kekuatan fisik, spiritual, dan kepedulian sosial sebagai teladan di tengah masyarakat. Pembaiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus pusat dan cabang Pagar Nusa, para Gus dari PP Bahrul Ulum Tambakberas, serta mantan Ketua PC Pagar Nusa Jombang Abdul Rohim, menandai kuatnya konsolidasi Pagar Nusa Jombang dalam mencetak pendekar berkarakter, berakhlak, dan setia menjaga ulama serta keutuhan NKRI. Bagikan ini: Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp Navigasi pos Khidmat dan Penuh Semangat, PAC IPNU IPPNU Megaluh Resmi Dilantik di Balai Desa Megaluh MWCNU Megaluh Siap Putihkan Stadion Gajayana dalam Mujahadah Kubro Satu Abad NU